Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini124
mod_vvisit_counterKemarin749
mod_vvisit_counterMinggu ini2665
mod_vvisit_counterMinggu lalu4738
mod_vvisit_counterBulan ini16370
mod_vvisit_counterBulan lalu16468
mod_vvisit_counterTotal206958
Meneropong Bakal Calon Gubernur Papua
User Rating: / 0
KurangBagus 
Rubrikasi - Politik
Oleh Gabriel Maniagasi   
Senin, 14 Maret 2011 07:00

Sejumlah calon telah berani menyatakan diri secara luas untuk menjadi  
Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua

Tak lama lagi seluruh rakyat di Tanah Papua akan diperhadapkan dengan sebuah agenda politik lokal yang turut menentukan masa depan provinsi ini dalam lima tahun ke depan.  Momentum politik itu adalah pemilihan umum Kepala Daerah Provinsi Papua pada tahun 2011. Tentu saja untuk penyelenggaraan “gawean nasional” di daerah ini butuh kesiapan pada segala lini. Artinya para penyelenggara, peserta, sampai pada infrastruktur penunjang  penyelenggaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Gubernur Papua.
Nah, untuk penyelenggaraan pemilukada provinsi Papua, memiliki perjalanan dan cerita yang cukup panjang, karena untuk  penyelenggaraannya saja dilandasi pada dua undang-undang pemerintah daerah, masing-masing UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Kedua UU ini sama-sama mengatur tentang pelaksanaan pemilukada di daerah, namun yang membedakan adalah UU No 21 Tahun 2001 tentang Otsus Bagi Provinsi Papua pada sejumlah pasalnya mengatur tentang syarat-syarat untuk menjadi bakal calon gubernur Provinsi Papua. Dimana untuk memenuhi ketentuan tersebut seorang bakal calon gubernur Provinsi Papua setidaknya harus mendapatkan “restu” tentang keasliannya sebagai orang asli papua.
Tentu saja untuk mendapatkan legitimasi tersebut maka harus ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP). MRP inilah yang mempunyai tugas dan kewenangan untuk memberi “label” bahwa seorang calon tersebut telah benar-benar secara kultur diakui sebagai orang asli Papua (Orpa). Persoalannya kemudian adalah sampai berita ini diturunkan MRP yang mempunyai peran penting tersebut belum tuntas proses rekrutmennya. Tentu saja keterlambatan pembentukan lembaga ini menimbulkan dampak politik bagi pelaksanaan pemilukada di Provinsi Papua.
Terlepas dari proses mendapatkan legitimasi oleh MRP, yang jelas telah bermunculan para tokoh muda, yang rata-rata pemimpin di “daerah” yang telah terang-terangan mengaku kepada publik untuk melangkah ke pentas politik  Pemilukada Gubernur Provinsi Papua.  Terkait itu, pada bagian berikut diulas mengenai sekelumit  perjalanan karier politik mereka (Lukas Enembe; Klemen Tinal; dan Habel Melkias Suwae).   

LUKAS ENEMBE
Siapa yang tak kenal pria yang satu ini. Ia cukup dikenal sebagai ikon pemuda Papua yang tampil dalam pentas politik pemilukada gubernur Papua pada periode lalu 2006-2011. Ia menjadi sangat terkenal ketika itu karena menjadi satu-satunya putra Papua asal daerah pegunungan yang menjadi calon gubernur. Padahal ada sejumlah seniornya yang juga maju pada momentum tersebut namun menjadi calon wakil gubernur Papua, yakni Donatus Mote, dan Alex Hesegem. Pada periode itu Lukas seakan menjadi simbol kebangkitan putra Papua asal daerah Pegunungan Tengah di kancah pemilukada gubernur Papua, sebab pada periode sebelumnya proses pemilihan seperti ini lebih didominasi Putra Papua asal daerah pesisir.  Dalam banyak cerita Lukas Enembe digambarkan sebagai sosok pemberani yang menjadi ikon dankebanggaan masyarakat Papua. Ia sebelum menjadi calon Gubernur Provinsi Papua ia menjabat sebagai wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya. Setelah gagal dalam proses itu, Lukas Enembe kemudian dinobatkan menjadi Ketua Partai Demokrat Provinsi Papua pada tahun 2006 kemudian setelah itu, ia pun masuk pada proses pemilukada Kabupaten Puncak Jaya dan berhasil terpilih menjadi Bupati  Kabupaten Puncak Jaya 2006-2011.
Kini, Lukas Enembe benar-benar telah siap  untuk maju pada pemilukada Gubernur Provinsi Papua periode 2011-2016. Slogan yang terlihat di sejumlah sudat Kota Jayapura, Kota Sentani dan Kota Abepura pada umumnya bertuliskan “Kami Siap Memajukan Papua”, “ Kasih Menembus Perbedaan”, Lukas bukan saja menjadi simbol kebanggaan warga masyarakat Papua asal Pegunungan Tengah tapi ia telah menjadi sosok yang nasionalis.
KLEMEN TINAL
Hampir semua orang di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom mengetahui kalau Klemen Tinal hendak menjadi bakal calon gubernur Provinsi Papua. Betapa tidak, dari semua tokoh muda yang akan tampil pada pentas politik ini, barangkali Klemen Tinal merupakan orang pertama yang berani memajang potretnya dalam berbagai ukuran untuk menyatakan diri kepada masyarakat luas bahwa dirinya akan tampil untuk menjadi bakal calon gubernur Provinsi Papua. Klemen Tinal saat ini masih aktif sebagai Bupati Kabupaten Mimika.
Dalam perjalanan kariernya Klemen Tinal termasuk salah satu bupati yang pernah dinobatkan sebagai Bupati termuda. Ia dilahirkan di Beoga, pada 23 Agustus 1970 sehingga tak heran kalau dalam pendatatan dokumen kepala daerah di seluruh Indonesia Klemen Tinal termasuk salah satu Bupati termuda karena kelahiran tahun 1970-an. Sebuah kebanggaan tersendiri. Meski tercatata sebagai bupati termuda, Tinal pun memiliki jam terbang di bidang politik yang tak kalah dengan para kandidat lain. Buktinya sejumlah pengalaman politik pernah disandangnya. Ia menjadi ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mimika hampir dua periode, kemudian pernah menjadi Administrative Supevisor pada PT Freeport Indonesia. Berbekal pengalaman itu, Tinal kini siap melangkah pada blantika politik provinsi papua dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di Provinsi Papua. Klemen Tinal akan bertarung bersama abangnya yang juga ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Habel Melkias Suwae. Meski Habel Melkias Suwae dan Klemen Tinal sama-sama dari partai golkar tapi Tinal tak gentar untuk maju pada prosesi pemilukada Gubernur Papua. Tinal tampaknya masih punya harapan terhadap Partai Golkar karena masih ada “buku suci” partai Golkar yang dapat diandalkan untuk mendapatkan mandat dari partai berlambang pohon  beringin ini.
Meski demikian Tinal sepertinya punya “senjata rahasia” yang sewaktu-waktu dapat diledakan untuk menyukseskan tujuan politiknya. Yah...Partai Golkar tentu punya cara tersendiri untuk menyeleksi para kader terbaiknya untuk berjibaku dalam pentas politik tingkat provinsi di daerah ini. Semoga keberhasilan dan keberuntungan menjadi milik Klemen Tinal, tergantung strategi politik dan kedekatan Klemen Tinal kepada konstituennya.
Klemen Juga saat ini belum terbuka soal siapa yang akan menjadi pasangannya sebagai wakil gubernur. Pilihan pasangan tentu saja menjadi penopang unggul untuk meraih impian “Memajukan Masyarakat Papua Yang Mandiri”.

HABEL  MELKIAS  SUWAE
Nama lengkapnya adalah Habel Melkias Suwae, S.sos, MM ia akrab disapa HMS. Dalam perbincangan sosial Habel disebut-sebut sebagai “Penggagas Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung di provinsi ini.  Terlepas dari benar tidaknya klaim tersebut. Tapi hal ini bisa dibuktikan dengan karya yang ditorehkannya selama memimpin pemerintahan di kabupaten Jayapura. HMS dilahirkan di kampung Tablanusu, pada 28 Mei 1952. Sebuah lembaga yang menamakan dirinya Forum Jayapura (FOJA) melakukan penelitian dan memilih sampel sekitar 1000 orang menyimpulkan bahwa  HMS merupakan Pemimpin yang dinilai “bersih”, dan dekat dengan rakyat, ia memiliki leadership dan wibawa seorang pemimpin yang tangguh. Ia tergolong tegas, tapi juga cerdas serta memiliki keinginan kuat menyejahterahkan rakyatnya.  HMS pun tak mau ketinggalan di wilayahnya memerintah saat ini bertebaran baliho, spanduk dan stiker dimana-mana. Isinya pun beragam tulisan : mulai dari ucapan selamat berbagai hari raya sampai dengan potret wajah tersenyum. Sinyal politik sebagai tanda bahwa dirinya sangat siap untuk mengambil kendali pemerintahan di Provinsi Papua. Moto yang diusungnya adalah “Membangun Dengan Hati dan Kasih”. ***


 

Tambah komentar

Kode keamanan
Refresh

Polling

Apakah berita di website ini?

Sangat Baik
Baik
Cukup baik
Tidak baik

Hasil polling

 61 users online

Komentar


© 2013 SUARA PEREMPUAN PAPUA
Jl. Bosnik - Puskopad Tanah Hitam Abepura - Jayapura - Papua | Telp/Fax. (0967) 584154